Rabu, 29 Desember 2010

1000 Hari Wafatnya Bapak Pluralis

www.jombangan .com
Tanpa terasa waktu telah bergulir lama. Jombang masih berduka dengan kehilangan sosok panutan seperti K.H Abdurahman Wahid atau yang lebih akrab dengan sapaan Gus Dur. 1000 hari sudah beliau meninggalkan dunia ini dan menemui panggilan sang khalik. Acara selamatan pun diadakan untuk memperingati wafatnya beliau. Ribuan warga nahdliyin menghadiri acara haul tersebut, dengan tujuan untuk ikut mendoakan bersama-sama di tempat kelahiran Gus Dur yakni di Ponpes Tebuireng.
www.beonlinewithme.com

Gus Dur seorang tokoh yang dikenal sebagai bapak pluralis setelah wafatnya ternyata masih tetap saja dikenang oleh masyarakat indonesia dan kaum minoritas (tionghoa). Tidak bisa dilupakan saat gus dur masih menjadi seorang presiden, ia dengan nyata mengakui adanya kaum minoritas Tionghoa dengan memberikan hak hidup sebagai mana kaim pribumi asli.

Pada waktu peringatan Haul tersebut tidak hanya diperingati dengan acara tahlil dan doa bersama saja. akan tetapi terdapat pula acara atraksi barongsai. hal itu wujud nyata terimakasih mereka terhadap sosok K.H Abdurahman Wahid. Arak-arakan barongsai berjalan sepanjang jalan dari alun-alun kota jombang sampai ke ponpes tebuireng yang jaraknya kurang lebih 5 kilometer. hal tersebut tentu saja sangat menarik minat warga jombang itu sendiri.Selama acara arak-arakan barongsai tersebut berlangsung jalan depan ponpes tebuireng terpaksa ditutup sementara guna menghindari kemacetan parah diseputar kawasan tersebut.
www.taboidprosa.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar